|
|
||
|
Semua artikel/tulisan dalam situs ini dikumpulkan dari situs lain
Segala saran dan komentar ke tanjung79@telkom.net
|
:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: :: |
Dampak Fisik | Dampak Mental | Dampak Emosional | Dampak Spiritual | Retardasi DAMPAK FISIK Adaptasi biologis tubuh kita
terhadap penggunaan narkoba untuk jangka waktu yang lama bisa dibilang cukup
ekstensif, terutama dengan obat-obatan yang tergolong dalam kelompok downers. Tubuh kita bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel dan
organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa
berfungsi normal.
Salah satu contoh adaptasi biologis dapat
dilihat dengan alkohol. Alkohol mengganggu pelepasan dari beberapa transmisi
syaraf di otak. Alkohol juga meningkatkan cytocell dan mitokondria yang ada
di dalam liver untuk menetralisir zat-zat yang masuk. Sel-sel tubuh ini
menjadi tergantung pada alcohol untuk menjaga keseimbangan baru ini. Tetapi, bila penggunaan
narkoba dihentikan, ini akan mengubah semua susunan dan keseimbangan kimia
tubuh. Mungkin akan ada kelebihan suatu jenis enzym dan kurangnya transmisi
syaraf tertentu. Tiba-tiba saja, tubuh mencoba untuk mengembalikan
keseimbangan didalamnya. Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat
dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan
pada masa Gejala Putus Obat (GPO) ini.
Misalnya, bayangkan efek-efek yang
menyenangkan dari suatu narkoba dengan cepat berubah menjadi GPO yang sangat
tidak mengenakkan saat seorang pengguna berhenti menggunakan narkoba seperti
heroin/putaw. Contoh: Saat menggunakan seseorang akan mengalami konstipasi,
tetapi GPO yang dialaminya adalah diare, dll. GPO ini juga merupakan
‘momok’ tersendiri bagi para pengguna narkoba. Bagi para pecandu, terutama,
ketakutan terhadap sakit yang akan dirasakan saat mengalami GPO merupakan
salah satu alasan mengapa mereka sulit untuk berhenti menggunakan narkoba,
terutama jenis putaw/heroin. Mereka tidak mau meraskan pegal, linu,
sakit-sakit pada sekujur tubuh dan persendian, kram otot, insomnia, mual,
muntah, dll yang merupakan selalu muncul bila pasokan narkoba kedalam tubuh
dihentikan.
Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik. |